Era Modernisasi

Siapa diera modernisasi ini yang tidak mengenal akun jejaring sosial facebook?. Facebook adalah media sosial teratas selama dua tahun terakhir ini. Media jejaring sosial ini sudah bersifat global atau mendunia. Media ini sekarang sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar orang di indonesia. Cakupannya bukan hanya anak-anak saja, remaja saja namum semua elemen masyarakat baik anak-anak hingga dewasa. Bahkan peminat sosial media ini sampai keorang lanjut usia.

Bukan hanya untuk sebagian orang bahkan ada banyak yang memiliki akun fecebook. Ada yang memiliki akun lebih dari satu. Karena untuk mengakses dan mmiliki akun facebook ini anda hanya perlu memiliki akun email dan password saja.

Facebook dengan beberapa fiturnya ini sebenarnya dibuat untuk menujang proses sosial. Namun pada dasarnya facebook ini dianggap menjadi “Diary Masal”. Karena dengan fitur statusnya facebook yang dikenal mudah dikendalikan membuat orang menumpahkan perasaannya. Contoh kecil pada status yang ditulis di jejering sosial. Tidak jarang orang yang menulis tentang perasaan yang dirasakannya saat itu misalnya, sedih, kecewa, bahagia, atau marah. Memang hal ini bia ditoleransi namun, banyak juga yang membuat status yang seharusnya tidak diperkenankan.

Jejaring Sosial

Awalnya jejaring sosial yang diciptakan untuk menyambung tali pertemanan di media sosial. Akan tetapi banyak orang yang menjadikan jejaring sosial facebook ini sebagai kebutuhan. Tidak heran jika sebagian orang tahan berlama-lama didepan internet mengakses jejaring sosial ini. Apalagi diera modernisasi telah disediakan teknologi-teknologi cangih yang mendukungnya. HP pada masa sekarang mendukung dan menyediakan fitur untuk membuka jejaring sosial bahkan sampai ada yang gratis juga loh.

Sebenarnya sasaran fecebook adalah anak-anak dan remaja. Bagi anak-anak jejaring sosial ini sudah tidak asing lagi. Dilihat dari kalangan anak-anak pada saat proses pembelajaran baik dirumah ataupun disekolah dengan teknologi HP dan PC mereka dapat mengakses facebook. Disela-sela waktu luang, atau bahkan sampai saat menghadapi ujian. Biasanya orang yang hendak menghadapi evaluasi belajar  mereka mambuka book (buku) namun pada kenyataannya banyak juga siswa yang malah membuka jejaring sosial. Ini masih menjadi potret bagi Indonesia saat ini. 

Ilmu pengetahuan yang seharusnya didapat dari buku tergantikan keutamaannya dijejaring sosial facebook. Padahal yang namanya buku itu sebenarnya adalah jendela dunia, wawasan yang sebenarnya. Dan itu penting bagi kita. Sekarang hanya menunggu mana yang akan kalian utamakan. FACEBOOK atau BOOK?