MASIH TENTANG SANG PUTRI 

Seseorang mengetuk pintu rumah kirana dan mengucapkan salam

“Asslamaualaikum Kirana”.

Kirana yang sedari tadi sibuk memasak kemmudian segera menyelesaikan masakannnya dan berjalan menemui seseorang yang sedari tadi mengucapkan salam.

“Bu Isna, ada apa ?” jawab kirana.

“Ayo masuk bu” kirana mempersilahkan ibu tersebut masuk.

Mereka berdua kemudian masuk dan duduk. Ibu tersebut mulai membuka pembicaraan. ”kamu sendirian saja?, dimana ibumu” tanya nya.

“ibu sedang pergi ke rumah ibu rinda, kebetulan ibu sedang ada sedikit urusan” jawab kirana.

 “Begini kirana, ibu tidak bisa lama-lama, ibu hanya ingin memesan jajanan pasar untuk acara di rumah besok malam” timbal nya.

“semua jenis kue yang diminta sudah ibu tulis berserta jumlahnya. Bisa?” tanyanya sembari mengeluarkan secarik kertas kecil bertuliskan nama kue dan jumlahnya.

Kirana melirik, kemudian menerima kertas tersebut. Kirana membaca dan matannya tampak kaget melihat jumlah kue yang dipesan begitu banyak sekali.

“tenang kirana, ini ibu berikan bayaran awalnya, mungkin kirana butuh untuk modal awal. Sisanya akan ibu lunasi satu hari sebelum kue dikirim bagaimana?” kata ibunya sambil tersenyum.

Kirana membalas senyumannya dan berkata “tadinya kirana pikir irana akan menolaknya karena tidak mempunyai modal untuk membeli bahannya, terima kasih bu. Kalo begitu akan kirana buatkan kue-kuenya untuk ibu” balas kirana.

Ibu isna kemudian membelai rambut kirana, “kirana, terima kasih ya nak” sambung ibunya.

Ibu kemudian mendiskusikan jenis kue yang akan dibuat dan menyerahkan sejumlah uang kepada kirana. Dan memohon pamit dari rumah kirana.

“Ibu pulang dulu, tolong sampaikan salam ibu kepada ibumu ya kirana. Pesan ibunya.

“Baik bu, nanti saya sampaikan” jawab kirana.

Kirana mengantar ibu Isna ke halaman rumahnya, dia memperhatikan dengan baik ibu Isna yang memasuki mobil mewahnya yang perlahan pergi meninggalkannya.

Kirana berbalik arah dan mengucapkan “Alhamdulillah dapat rejeki lagi hari ini”.

***

Sudah sejak pagi kirana pergi kepasar untuk membeli bahan-bahan tambahan untuk membuat kue. Sementara ibu kirana sudah mulai membuat dan menyiapkan bahan-bahan kue.  Ibu terlihat sibuk karena banyak sekali pesanan kue yang harus disiapkan.

Kirana pulang dan bersigap untuk segera membuatkan pesanan dari ibu Isna. Dia tidak ingin mengecewakan peanggannya. Dia membuat dengan penuh keuletan. Dia bahagianya penasanan kali ini sungguh adalah rejeki yang luar biasa untuk dirinya dan ibunya.

Setelah lama di dapur, akhirnya semua kue pesanan ibu Isna selesai. Kirana dan ibunya bersih-bersih dan siap mengabarkan ibu Isna jika kue-kue pesanannya sudah selesai. Kirana mengeluarkan handpone nya dan mulai memanggil seseorang dengan ponselnya. Ibu yang sedari tadi memperhatikan ekspresi yang dikeluarkan kirana tersenyum.

“bagaimana kirana apa ibu Isna ingin kue-kue ini kita antarkan kerumahnya” tanya ibu.

“Alhamdulillah, tidak perlu bu. Ibu Isna bilang dia akan mengirim supirnya dan asistennya untuk datang mengambil. Kita tunggu saja” jawab kirana.

“Baguslah kalo begitu, ibu sendiri sampai bingung jika kita harus mengantarkan kue-kue ini kita harus mengantarkannya dengan apa” ibu kemudian tersenyum.

Sekitar 30 menit asisten ibu Isna dengan datang dengan mobil. Kirana dan ibu nya mulai membawa satu persatu nampan yang berisi kue-kue kedalam mobil.

“Kirana dan Ibu Silahkan bersiap-siap. Biar saya dan pak sigit tunggu disini” kata asisten ibu Isna.

Kirana terdiam “Ada apa mba ?. apa maksudnya saya dan ibu diundang datang ke acara ibu Isna begitu” kirana mulai meminta penjelasan.

“Iya kirana, saya sampai lupa menyampaikan. Selain kesini untuk mengambil kue, saya juga datang menjemput ibu dan kirana datang ke acara dirumah ibu Isna.” Kata asisten bu Isna dengan lembut.

Setelah berdiskusi, akhirnya kirana memutuskan untuk ikut tetapi ibu kirana tidak ikut. Kirana berpamitan dengan ibunnya, kemudia dia masuk kedalam mobil mewah yang sedari tadi parkir di halaman. Hingga akhirnya pergi meninggalkan rumah kirana menuju rumah ibu Isna.

Bersambung . . .

 

Ini adalah hal yang menyenangkan untuk kirana. Dia hanya orang bisa tapi dapat kesempatan untuk diajak menumpang naik mobil mewah milik ibu Isna. Dia berdoa dalam hatinya. Semoga Allah senantiasa memberika rejeki  yang berlimpah untuk ibu Isna.