Kisah Rindu Untuk Tanah Yogyakarta

Pandemi ini begitu menyiksa. Masih membekas di ingatan bahwa aku masih bergelut dengan waktu, bergelut dengan segala keresahan. Tahun lalu rasanya aku merasa resah karena aku terkunci tidak bisa keluar meninggalkan tanah Jawa, berharap menunggu dari hari ke hari, minggu ke minggu hingga bulan ke bulan berlalu. Sebab pandemi tak kunjung usai dan penerbangan tak kunjung dibuka. Sekarang sebaliknya, ketika aku sudah bisa bebas dari pulau Jawa, kini aku terkurang tidak bisa keluar sebab aku terkunci di tanah Sumatera dan meninggalkan ingatan kerinduan akan tanah Jawa.

Tepat tahun lalu aku berharap bisa menghabiskan awal tahun berharga di sini, tanah Sumatera tempat kelahiranku, berat rasanya menghitung hari jika aku harus kembali ketanah Jawa. Hingga akhirnya kabar meresahkan kembali datang dan kini mengunci diriku di tanah Sumatera.

Sumatera bukan tempat yang membosankan, di sini menyenangkan. Semua terasa singkat, menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang terkasih di sekelilingku. Dulu aku takut jika teman-temanku di tanah Jawa pergi terlebih dahulu meninggalkan aku sebab aku masih bersibuk diri. Sekarang hingga aku menyesali, ternyata aku yang meninggalkan mereka di sana dan tak kunjung menemui mereka hingga masa di mana mereka telah satu persatu meninggalkanku tanpa pertemuan akhir yang panjang.

Terpisah jarak dan waktu memang sebuah batas yang harus diterima. Meski kini aku sadar yang jauh bisa terasa dekat hingga menghilangkan batasan jarak dan waktu tersebut. Namun aku tetap merindukanmu tanah Jawa.

Semoga secepatnya aku bisa kembali. Katakan “Pulang” ke Yogyakarta aku sesungguhnya “Rindu” dan teriakan terakhir aku “Ingin Pulang”.

Ya mungkin Cuma ini yang bisa aku 'Cerita' di Januari ini, aku akan segera bercerita apa yang akan aku rindukan, untuk kamu yang di sana, sampaikan salamku katakan : “aku rindu padamu tanah Jawa”.

Bumi Sumatera penuh cerita ( Januari 2021 )

Dengan lampu kota Sriwijaya dan Garis Sumatera

Penuh cinta dan Rindu ` Kota Yogyakarta `

-AN-