Tulisan Pengobat Rindu “Kangen Dirimu”
Apa kabar mei ?
Ada kabar baik apa disana ?
Bagaimana hati ?
Bagaimana kamu disana. Tidak terasa yah,
sudah sejak akhir 2020 kita bertemu, sekarang kamu dimana ?. Aku hanya ingin
mengabarkan keadaanku yang baik-baik saja. Sangat baik sekarang. Setelah lama
meninggalkan kota istimewa ini. Akhirnya aku kembali, kembali mengenangmu.
Berbeda dengan kamu, kamu melanjutkan ceritamu disana. Bersama tempat baru,
halaman cerita yang baru dan akan mendapatkan sampul buku yang baru.
Cerita kita masih tersimpan indah
diingatan. Aku sedang sibuk-sibuknya bahkan selama beberapa bulan ini hampir
setiap lelah yang kukerjakan rasanya aku ingin mengirimi berita kepada kamu
walau hanya sekedar pesan singkat. Sebab hanya sekedar untuk bertanya.
Harapannya kamu disana baik-baik saja. Jangan sakit ya. Nanti aku kecewa. Nanti
aku khawatir, walaupun ke khawatiran aku belum tentu bermakna untuk mu.
Jarak memang tetap menjadi kesulitan yang
berat. Berat untuk ditaklukan, apalagi dengan jarak memupuk segala rindu yang
menggebu. Ditambah kenyataan apakah rindu ini dapat ku utarakan. Haha, sangat lucu.
Jarak membentang tanpa kepastian, apa aku harus berhenti disini dan memulai
lembaran baru, merangkai cerita baru. Hingga tercipta dunia baru tanpa kamu.
Siap tidak ya hatiku. Coba aku renungkan lagi.
Yah, harus bagaimana lagi, semua karena
jarak. Terpisah antara 2 pulau ini sulit sekali rasanya. Terkadang masih
bertannya. Bisa kah aku kembali menjumpaimu ? dengan tetap menyadarkan diri
meski tidak dapat berjumpa. Canda dan tawa tak bisa dinikmati bersama. Hanya
saja sesuatu kata, doa yang akan menyampaikan. Jauhpun kita tetap menikmati
warna bulan yang sama,sinar matahari bersama, dan kita masih disunia yang sama.
Kuberitahu salah satu cara terindah untuk
mengatakan rindu dengan Doa. Sejauh apapun, jika berdoa tetap akan berjumpa.
Jika tak berjumpa minimal kita menjaganya setidaknya dari jauh. Hari ini aku
menulis sebuah cerita, tentang kamu. Oh salah tentang cerita yang ada
bersamamu. Bagaimana ya, kisah selajutnya.
Besok saya bercerita kemballi
Angkringan malam cukup untuk membuat
kenyang, dan terlena
Surat untukmu dari diriku
Segudang rindu dari yogyakarta
-AN-
0 Komentar