Bang Bonar Si Anak Sekolahan

Pagi ini seperti biasa. Mata Bonar langsung terbuka mendengar alunan jerit suara yang membuat telinga sakit. Tidak tanggung - tangung lagi mencapai 6-7 oktaf tangga nada. Lebay menang, tp beginilah cara ampuh sang emak membangunkan anak yang katanya kesayangannya itu.

Emak ( bernama asli SurTini), paling seneng dipanggil Bu Tin, tapi kebanyaaan  tetanga memanggilnya “Maakkk Tin”. Katanya paling sebel dan langsung jutek kalo dipanggil Maak Tin (wajarlaah masih muda alias mudaaaaah maraaaahh haha). Emak ini suka sekali pake daster seperti kebanyakan ibu-ibu lainnya, tp emaak berbeda karena emak juga suka pakai daster saat kondangan dan pertemuan kampung. Emak suka pakai roll dikepalanya, dan teman terbaiknya yang paling lengket adalah koyo. Yang dipake setiap hari hampir sama dengan jadwal obat( 3x sehari). Mak dikampung ini adalah janda, tp sebenarnya suaminya itu ada sedang kerja diluar kota pulangnya kalo sudah 3 kali puasa dan tiga kali lebaran aja seperti bang toyib alias 2 tahun sekali. Katanya biar hemaatt, ngirit ongkos pulang.

Balik lagi kecerita nya si Bonar ~

Emaaaak Tin : “BONAAAAAAAAAAAAAARR !! Huuh BooOO....(tiba tiba terhenti)

Bonar “STOP ! (mengangkat tangan memberikan kode agar sang emak menutup mulut) iyeee maaaaak, nih mata Bonar udah melek, jagan tereak lagi nape sih mak.. ntar abis tuh suara, kan rugi nga ada yang bangunin aye besok ..”

Emaaaak Tin : “yaudaah, bangun sekarang. Jam berapa lu mau berangkat kalo sekarang belum bangun Boonn !! ( mengambil napas panjang lalu menghembuskan) lu yeh, selalu aja (ucapannya terhenti dan menoleh Tingkah anaknya)”

Bonar :”Udah bangun mak, ni aye mau mandi jugak makk .. (mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu ) udaah maaak, pergi sono. BuaTin aye sarapan ye maaaaak “

Emaaaak Tin “ lu kira emak pembantu lu apa, lu buat sediri ! “ emaak Tin pergi dan berlari meninggalkan kamar Bonar.

Emak Tin melihat Bonar masuk dalam kamar mandi, mendengar Bonar meneriakan kata kata rokernya. Menurut Bonar bilang adalah lagu, tapi tidak terdengar seperti lagu sama sekali. Emak membuka kamar sebelah kamar Bonar, itu adalah kamar Dewa saudara besar si Bonar.

Pintu terbuka, dan masuklaah kepala sang emaaak Tin kedalam kamar, melihat ke-kanan dan kiri betapa rapi sekali kamar Dewa. Emak lantas menutup pintu. Sekarang emaaak berjalan menuju dapur.

Terlihat sang kakak sekarang sedang asik dengan kerja nya, emaak langsung mengambil posisi duduk di kursi makan, dihadapannya ada piring kosong dan teh panas. Emak menuang teh panas kedalam gelas, dan mulai menyeruput teh panas.

Kakak / abang / akang / mas atau apalah memanggilnya. Makhluk manis dan guanteeeng ini namanya Dewa. Dewa adalah saudara tua dari  si Bonar, berbeda dengan Bonar, Dewa adalah makhluk yang mudah diatur, sekarang berumur seperempat abad alias 25 tahun. Denan ketampanannya tidak heran jika dia memiliki kekasih. Kekasi Dewa namanya Tuti. Tidak kalah dari Dewa, Tuti adalah gadis manis yang lemah lembut. Pintar dan berakhlak baik. Manusia yang kalo dipasangkan dengan Dewa jadilah Dewa + Dewi. Belum bisa dibayangkan betapa nanti kehidupan mereka akan membuat semua orang iri pda mereka. Becandaaa deh. Tuti ini adalah pemilik kos depan rumah Bonar,  kesehariannya Tuti bekerja di warung kopi milik keluarganya di perempatan jalan.

Dewa : “emaaak, ngelamun aja, masih pagi maak. ( Dewa membawa baskom berisi nasi goreng panas ala Dewa. Dia hebat dia adalah koki terhebat dirumah, kenapa dia menjadi koki yang hebat, jawabannya adalah karena dia pernah kerja di warteg nya pak jamil di perempatan jalan, karena bekerja disanalah Dewa bisa bertemu dengan Tuti. Kalo bak sinetron terkini “ Cintaku Bersemi di Warteg “ karena warteg pak jamil persis berada di sebelah warung kopi milik keluarga Tuti. Tidak heran kebersamaan akhirnya menyatukan mereka.

Banyak kebetulan dalam hidup, dan kebetulan lagi terjadi nih. Saat emaaak dan Dewa sedang asik makan,  datanglaah si Bonar dengan wajah tampannya, menurut dia dong yah.

Bonar : (langsung mengambil sendok untuk mengambil nasi goreng dalam baskom, dan langsung saja memasukkan sesendok penuh nasi goreng ke dalam mulutnya) “maaaaaak, mmh, mmh, ayeeeeee berr... ra... ng..mmh... kaat.... mmhh”

Emaaak : “lu tuh kayak nga diajarin aja, kalo makan makan dulu, kalo ngomong ngomong dulu, jangan makan sambil ngomong ntar keselek baru tau..”

Bonar : “iyee maaak, Bonar telat nih , Bonar berangkat ye maakk. Assalamuaikum maakk “.

Emaaak : “Eh minum dl, itu makanan dimulut dihabisin dulu. Bonaar.. lu bener – bener yaah” (begitulah hari-hari yang harus dilalui Mak Tin Setiap pagi nya. Rempooong cinn).

Bonar mengambil langkah seribu berangkat menuju ke sekolah nya dengan menggunakan motor peninggalan Ayahnya yang bersuara nyaring itu. Sampai-sampai motor yang sudah lalu melaju jauh tetapi masih terdengar suaranya dari dalam rumah. Entah apalah yang dipikirkan tetangga, pastinya suara itu sangat mengganggu setiap paginya.

Bersambung . . .

Ditunggu yah cerita Bonar berikutnya Part II