Udah Siap Belum Untuk Di Ajak Taaruf ?

Satu kalimat yang sering sekali aku dengar tentang pernikahan Islami : “taaruf itu sebuah ikhtiar menjemput jodoh. Jalan terbaik dalam islam. Kalo tujuan akhirnya adalah pernikahan  yang sesuai syariat”. Proses seseorang untuk bertemu dengan pasangannya dengan cara yang diridhoi Allah ~

Menutup blog di bulan Juni, enak nya kita ngomongin apa nih ?. Bagaimana kalo pernikahan. Berat sih tapi menikah itu ibadah. Yang berat itu menjalankannya. Menekan ego, menerima satu dan lainnya. Ada yang berpendapat bahwa menikah itu bukan hanya janji dan menyatukan dua orang yang berbeda. Tetapi meyatukan dua keluarga yang berbeda. Yang tadinya sendiri kini punya suami, punya kakak dan adik lagi, juga punya ayah dan ibu yang baru.

Menikah bukan hal mudah. Banyak pertimbangan didalamnya. Tapi kalo sudah niatnya ibadah ya jalanin aja. Jika memang sudah dengan niat baik, kalo jodoh semuanya akan dipermudah. Bukankah sudah dipercaya kalo setiap manusia sudha memiliki jodohnya masing-masing. Dalam islam jika ingin mendapat jodoh yang baik hendaknya kita menjadi orang baik juga. Luruskan niat, mintalah kepada Allah. Karena dia pemilik isi dunia ini. karena kita semua milik Allah  “ Faidza Azamta Fatawakkal Alallah” ~ jika kamu bersungguh- sungguh maka bertawakallah kepada Allah (QS. Ali Imran : 159). Cara meraihnya salah satunya mencari dan menemukan orang yang tepat. Taaruf misalnya. Taaruf bukan hanya sekedar bertemu dan langsung menikah tanpa tahu apa-apa. Tapi dengan taaruf kita mengenal pasangan kita. Hanya saja setelah mengenal mulai mempersiapkan masa depan. Misalnya kecocokan dan kekurangan yang harus diperbaiki setelah menikah. Ada tata caranya, jadi bukan dengan niat berkenalan lalu mennghilang. Niatnya adalah mencari berkah dalam ibadah.

Harus ditanamkan bahwa menikah itu benar- benar ibadah. Jadi dalam menjalankannya harus dengan sepenuh hati. Menikah itu adalah mencari kebahagiaan dan ketenangan bukan hanya sekedar kesenangan. Semua harus dipersiapkan kapan kita menikah, tetapi dengan siapa kita menikah itu lebih penting. Turunkan ego dan mulailah menjadi keluarga dan memahami satu dan lainnya. Karena bukan bagaimana orang lain sesuai dengan kita, tetapi bagaimana kita menyesuaikan diri dengan orang lain. Hadirkanlah segala kebaikan itu. Jika sudah dengan niat baik, hendaknya jalan yang ditempuh menjemputnya juga dengan cara yang baik.

Allah akan mempertemukan dengan orang yang tepat, dan mungkin salah satu jalannya adalah taaruf. Jika sudah yakin kenapa tidak. Jika ilmu pernikahan adalah sesuatu yang bisa dipelajari dan dipersiapkan. Maka menikah adalah praktik langsung ilmu yang didapatkan. Bagaimana, Udah siap belum untuk di ajak taaruf ?.

Juni itu Indah

Yogyakata, Juni 2021

-AN-

 

*ingat hanya sebuah postingan penutup juni yang indah ~