Akhirnya keputusan besar aku ambil. Dan aku meninggalkan kota istimewa ini untuk kembali memulai cerita baru. Aju harus berhijrah, mungkin setelah ini cerutanya akan jadi lebih istimewa. Dan semoga pilihanku adalah hang terbaik. Bismillah..

Aku sedang memilih kota mana yang akan aku datangi setelah ini, aku mulai memikirkan tempat tinggalku berikutnya. Mencari pekerjaan yang tepat untukku. Dan usaha baru apa yang akan aku mulai setelah ini.

Aku kembali melelang barang-barang yang menurutku tak perlu ku bawa. Perlahan tapi pasti barang itupun kini berpindah pada pemilik yang baru. Semoga yang memilikimu setelah ini merawat agar kau panjang umur dengan kebermanfaatanmu. Selain itu aku mendapatkan cuan dari hasi pelelangan. Lumayan kan buat modal berikutnya. Walaupun masih merasa sedih sebab aku bukan tipe orang yang mudah kehilangan barang.

Aku tak pernah takut jika aku tak bisa hidup setelah ini. Semua orang punya rejekinya masing-masing. Lebih dari itu, aku takut jika aku mendapat rejeki lebih. Apakah aku masih bisa hidup sesederhana ini.? Konon katanya rejeki bukan cuma dapat mengubah diri, dapat juga membuatmu lupa diri. 

Aku bahkan selalu berdoa, jika aku belum bisa meraih rejekiku sepenuhnya. Semoga Allah memberikan rejeki berlimpah kepada orang tuaku sebagai rejeki anaknya. Semoga jika aku mendapatkan rejeki berlebih, aku tetap menjadi pribadi sederhana seperti sekarang ini. Sebab tak ada yang pantas aku sombongkan #selfreminder. Sebab Allah tidak senang dengan orang hang berlebihan dan sombong. Jika kamu bersyukur Allah sayang tapi jika sombong Allah murka. Lebih baik di sayang Allah seperti dalam Ar- Rahman.

Kereta Api Istimewa 🖤

Kenangan dan kopi (April, 2022)

-AN-