Fatimah si wanita baik hati
Seseorang bernama Fatimah adalah wanita baik hati dan tulus
yang pernah kukenal. Tapi semua menjadi semakin istimewa saat aku tahu dia berasal
dari kampung ayahku. Keluarga sekampung begitu katanya, ayahnya ternyata juga
keluarga dengan saudaraku.
Pernah dulu waktu kuliah aku datang ke rumahnya. Sudah biasa
kami berkumpul bersama karena kita satu fakultas meskipun beda angkatan saja.
Aku satu tahun lebih tua darinya makanya dia sering memanggilku dengan sebutan
Ayuk.
Panggilan itu untuk kakak perempuan di Palembang.
Sebenarnya aku dulu meminta dia memanggil namaku saja biar lebih dekat tapi dia
mengatakan jika panggilan tersebut panggilan sayang dan penghormatan untukku.
Suatu sore selesai aku melaksanakan sholat ashar di kamarnya,
Dia mengajakku berzikir sore. MasyaAllah sekali fatimah ini, terima kasih ya Fatim.
Buku Zikir dan Doa Petang
Terlihat banyak sekali buku zikir yang dia sodorkan tapi
tentunya aku memilih satu buku yang warna pink karena itu terlihat keren.
Sebenarnya tidak ada yang istimewa selain warnanya, dan aku
punya yang seperti itu di rumahku dan bentuk yang lain. Bukan karena buku tapi
cerita saat buku ini menjadi pengikat ukhuwah diantara kami.
Selesai kubaca buku zikir tersebut dan hendak ku kembalikan
pada sahabatku. Aku tanpa sengaja keluar kata dari mulutku ini “MasyaAllah, terima
kasih fatim. Suka banget aku bukunya, mana warna pink lagi”.
Sungguh itu tercetus diluar kendaliku yang tanpa sadar terdengar
olehnya. Respon tak terduga yang dia berikan, bukannya membalas kata malah dia menyodorkan
kembali buku tersebut. “warna kesukaan ayuk kan yo. Ambiklah untuk ayuk, aku masih ado yang laen. Jangan
lupa dibaca yo yuk”.
Terlihat bergitu senang raut diwajahku kala itu, bukan
karena buku tersebut tapi karena responnya yang diluar perkiraanku. “Makasih
Fatimah, tahu aja kesukaan aku”, Balasku.
Sejak saat itu buku tersebut sudah menemani aku dalam
perjalanan. Jika aku jauh aku selalu membawa buku pink tersebut. Misalnya saat
berkunjung ke Bangka, Sampai saat aku kuliah di Jogja. Istimewanya buku favorit
diantara lainnya apalagi pada masa pandemi. Setiap melihat buku pink ini, aku
selalu mengingat kebaikan Fatimah.
Selain fatimah, ada Kak Hetty yang memberikan aku buku
serupa. Saat itu kakak dari pulau Sulawesi itu memberikan buku pengganti karena
waktu itu aku terlupa membawa buku milikku. Kalau buku dari kak Hetty warna
Biru, meskipun bukan warna kesukaanku tapi tetap jadi buku zikir kesukaan juga.
Karena kebaikan dua orang ini, aku sangat bersyukur sebab
hal kecil begini saja bisa menjadi kebahagiaan tersendiri untukku.
Bukan cuma sebagai hadiah, sejak saat itu aku mendapat
pelajaran berharga. Sampai sekarang aku juga sering membeli beberapa buku yang
sama, ternyata kusadari jika sulit menemukan buku tersebut dengan warna
kesukaanku.
Terkadang jika ada teman berkunjung ke kos atau ke rumah, aku
memberikan buku-buku tersebut sebagai hadiah kecil. Semua itu berawal dari hadiah
kecil dari fatimah.
Kebaikan kecil itu yang ingin aku berikan juga pada orang sekitarku.
Sungguh baik memang Fatimah ini, aku berharap semoga ada pahala yang
terkirimkan untuknya setiap kali aku membaca buku tersebut.
Jika sedang suasana Ramadhan begini, buku ini benar- benar
sangat bermanfaat. Sayangnya buku tersebut telah hilang, aku sedih dulu aku
sampai menangis seba buku itu hilang beserta
tas kecilku saat aku mengirimkan barangku dari Jogja ke Pulau Sumatera.
Sampai sekarang aku mencari buku yang sama tapi belum
menemukannya. Seperti yang kubilang, warnanya itu jarang ditemukan. Tetapi
aku berterima kasih kepada Fatimah, karena buku tersebut sedikit banyak menjadi
bagian dari kehidupanku.
Al ma'tsurat hadiah dari fatimah
Terima kasih Fatim, Dari Ayuk-Mu
Dengan penuh cinta
-AN-

0 Komentar