Pixabay/Cunleizhao/Kereta Api

Stasiun Kereta

Perjalanan kali ini menceritakan kembalinya saya mengunjungi sahabat saya. RA ini manusia yang akan selalu saya sayangi. Perlu dimengerti kami benar-benar merasa seperti keluarga.

Sebenarnya jujur saja saya terkadang merasa sungkan untuk menemuinya karena sudah menikah. Disisi lain saya sebagai sahabatnya juga termasuk orang yang menjadi prioritasnya. Terkadang lucu bahkan jika bersama saya, ketika ada kesempatan kami untuk bertemu suaminya pun mendukung. 

Sebelum saya menuju stasiun, saya melewati banyak ruko, tapi pada salah satu ruko saya meminta berhenti untuk membeli sebotol air mineral. Niat hati hanya membeli air mineral, saya tanpa sadar mengambil beberapa banyak makanan ringan. Memang nampak nya itu terlalu banyak jika hanya sekedar dimakan sendiri di perjalanan.

Bukannya mengembalikan, saya malah menambah beberapa makanan ringan lagi, niat hati nanti bisa di jadikan oleh oleh untuk cucu mamak di rumah.  Tanpa sadar, apa yang saya lakukan berkesan beberapa jam berikutnya.

Kereta Juga Punya Cerita

Perjalanan dari rumah menuju tempat sahabatku ini bisa ditempuh dengan bermacam pilihan transportasi. Saya memilih menggunakan kereta karena nyaman dan tentunya terhindar dari macet perjalanan. Saya hanya pergi dengan tas, ceritanya saya akan menginap di rumah mamak saat sampai tujuan.

Sisi unik perjalanan kali ini adalah saya mendapatkan tempat bersama keluarga Bapak M. saya berbagi kursi bersama ibu, bapak dan anaknya M yang masih berusia 7 tahun. Melihat perjalanan mereka, terasa seru sekali. 

Saya dapat merasakan kehangatan keluarga mereka. Benar-benar menyenangkan dan mereka terlihat seperti keluarga kompak dan harmonis.

Karena melihat saya datang sendiri si ibu sudah memberikan respon baik sejak saya bergabung bersama mereka. Si Ibu tidak segan menawarkan makan, buah dan lainnya. Saya sangat senang perjalanan kali ini bisa berbincang dan berasa sedang berada dalam keluarga yang hangat.

Seperti pada setiap perjalanan, cara saya menghilangkan penat dan menikmati perjalanan adalah dengan membaca buku. Terkesan membosankan memang tetapi memang sudah menjadi kebiasaan, sebab dengan buku kita tidak perlu bosan atau sibuk dengan suasana sekitar. 

Kita hanya perlu fokus membaca dan pikiran kita akan tenang meski ditengah keramaian. Buku yang saya bawa setiap perjalanan juga selalu menyenangkan meski kadang saya telah membaca buku tersebut berulang kali. 

Pokoknya saya kalo perjalanan, selain main HP, bisa juga baca buku, bisa juga tidur. Beberapa kegiatan tersebut membuat perjalanan saya menjadi semakin menyenangkan.

Saat kemudian, para pramuniaga kereta mulai menawarkan beberapa makanan ringan. Akhirnya saya mengakhiri membaca buku saya sejenak dan tanpa sengaja mendapati adik yang didepan saya sedang  antusias memilih makanan ringan yang ditawarkan. Bapak M kemudian menawarkan saya untuk mengambil beberapa makanan tetapi saya menolak halus pemberian bapak. 

Alih - alih, saya kemudian meminta bantuan bapak M untuk menurunkan tas jinjing saya di sekat jendela. Saya membuka tas bekal saya untuk mengeluarkan banyak bungkusan makanan ringan di dalam tas, dan memberikan kepada sang adik. Bapak M keheranan karena banyak makanan yang saya berikan untuk sang adik.

Sepertinya si adik tampak kaget, tapi setelah saya perbolehkan dia kemudian mengambilnya. Saya senang, namun tiba tiba, bapak M bertanya "Jualan ya nak" dengan ekspresi kagetnya. "Nga jualan pak, tapi buat persiapan aja pak, kalo laper". 

Bapak mau coba coklat jawab saya sambil memberikan sebatang coklat dari tas ku berikan untuk bapak. Bapak tertawa kemudian berkata "Bapak belum pernah makan coklat sebelumnya, tapi mau coba" begitu lah percakapan kami sambil saling tertawa.

Pesan Yang Sangat Menggetarkan Hati

Hari ini bertepatan dengan hari jumat, jadi perjalanan ini bertepatan dengan jadwal Sholat Jum'at khusus laki-laki. Sepanjang kereta saya sebenar nya tidak begitu memperhatikan, hingga saat kumandang adzan terdengar sang bapak berdiri dan permisi untuk lewat. 

Saya pikir bapak akan pergi ke toilet atau ke gerbong makan. 5 menit kemudian bapak kembali dengan wajah basah, ya ternyata bapak pergi mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat zuhur menggantikan sholat Jumat yang terlewatkan. 

MasyaAllah, Bergetar hati melihat bapak yang masih melaksanakan sholat jumat tepat waktu meski keadaan dalam perjalanan. 

Teringat saya pada suatu pesan ayah yang mengatakan kalo perjalanan jumat itu sungguh singkat. Ayah dulu selalu tidak ingin jika perjalanan keluar kota atau perjalanan jauh bertepatan dengan hari jumat.

Pokonya masyaAllah, selesai sholat bapak nya pergi keluar gerbong dan pulang membawa bekal makanan dan membagi satu persatu termasuk saya. Belum kelar dengan kejadian sebelumnya, sekarang saya makin menyadari jika salah satu rejeki hari ini adalah berkenalan dengan keluarga  Bapak M.

Hal kecil yang terkadang tidak terlihat disekitar kita nyatanya menjadi bagian penting untuk orang lain, Ini pertama kalinya aku menyaksikan kejadian yang menggetarkan jiwa. Sholat Jumat yang wajib untuk laki -laki, bahkan bapak pun melaksanakan meski dalam perjalanan. MasyaAllah.

Datang ke Kondangan Sahabat Dekat

Karena berhubung libur kali ini saya mendapat undangan dari sahabat saat di kampus waktu itu. Perjalanan ini tidak saya sia-siakan. 

Pepatah sambil menyelam minum air begitulah, sambil berkunjung dan menemui sahabat baik, saya mengusahakan untuk mengabulkan undangan hitung- hitung mengajak sahabat saya sekalian reoni ya.

Berangkatlah saya dan sahabat saya dengan mobil berdua, sementara anak nya dititip dengan suaminya. 

Sebenarnya saya tidak enak meninggalkan anaknya dan berusaha mengajak nya bersama kami. Namun saya juga berterima kasih dan menghargai jika kami diberikan waktu untuk sekedar berjalan jalan di hari libur. Sampailah kami di tempat kondangan, masuk dan menikmati suasana pesta.

Kami ngobrol, makan dan bercanda, rasanya senang masih bisa punya kesempatan untuk berjalan menikmati waktu berdua. Dia berkata "jika hari ini, dia berterima kasih kepada suaminya karena memberikan waktu libur dan bersantai". 

Teringat dulu 2 tahun lalu, saat sahabat saya menikah, saya menangis dan sedih. Takut sekali jika nanti setelah menikah kami tidak bisa bersama. Jarak mungkin akan memisahkan kami. 

Kesibukan akan membuat kami mungkin sulit bertemu dan ngobrol bareng. Hari ini semua itu menjadi sirna karena ternyata menikah jika menikah dengan orang yg tepat tetap bisa bebas, tetap bisa menjadi diri sendiri. 

Menikah tidak membuat kamu kehilangan sahabat baikmu. Semoga nanti jika saya menikah, saya juga mendapatkan kesempatan dan dukungan yang sama oleh pasangan saya.

Obrolan Dalam Bentor

Karena ini perjalanan yang menyenangkan untuk kami akhirnya kami memutuskan untuk pergi mandiri tanpa merepotkan orang lain. 

Sempat bertanya pada Ibu yang duduk disebelah tentang kendaraan apa yang cocok untuk kami menuju lokasi berikutnya untuk makan sambil menikmati keliling kota.

Jawaban si ibu membuat kaget, Beliau menyebutkan salah satu aplikasi ojek online. Anehnya karena kami jarang menggunakan aplikasi tersebut, kamipun kewalahan untuk menggunakannya. 

Ya bukan tidak mengerti, hanya saja karena masih blm memahami instruksi akhirnya kami salah menggunakan. Hebatnya, kami tidak pusing, karena kami menemukan solusi. Akhirnya tanpa pikir panjang kami naik kendaraan offline alias Becak Motor.

Ini pengalaman menyenangkan, dan kami menikmati. Di sepanjang perjalanan kami seperti biasa berdebat kecil, karena kejadian sebelumnya. Namanya orang sumatera kami berdebat seakan sedang tidak baik - baik saja. 

Hal yang tidak terpikirkan adalah kami lupa jika dalam kendaraan itu ada orang asing yang menyaksikan. Supir kendaraan diam dan ternyata menyaksikan perselisihan kami berdua.

Bisa saja dia mulai bosan dan mulai pusing mendengarkan kami, tapi dia tetap mengantarkan kami ke alamat tujuan yang hendak kami kunjungi.

Namanya sahabat, kami sudah mengenal betul karakteristik masing - masing. Perbedaan pendapat sering terjadi tapi itu hanya menjadi jamuan kecil dalam persahabatan kami. 

Ketika sampai ke tujuan, kami turun bergantian. Membayar uang untuk Becak dan kemudian saling tersenyum. Tanpa kami sadari, kami sama sama menyaksikan ekspresi bapak pengendara yang mulai kaget dengan kejadian yg baru dilihatnya. Kami mengucapkan maaf dan terima kasih, laku kami pergi bersama seperti sedang tidak terjadi apa-apa.

Kami sempat menoleh kebelakang dan mendapati jika bapak pengendara masih keheranan pada sikap kami. Sesaat sampai di dalam Mall yang kami tuju, kami malah asik tertawa bersama seakan kami memahami dan menerka hal apa yang kami pikirkan.

Begitulah persahabatan, meskipun berdebat dan tidak cocok dengan salah satu hal tapi tetap saling mengalah pada akhirnya. Kalimat yang selalu kami ucapakan setelah berdebat tentunya "Kita ngapain sih, sambil tersenyum satu sama lain melempar canda".

Penuh Cinta

-AN-

CATATAN : Kadang sejauh apapun kita pergi, meskipun dekat kita akan selalu merasa perjalanan pulang akan selalu Istimewa. Akan selaku ada kisah seru dalam setiap perjalanan.