JAUH DIMATA DEKAT DICERITA

Hari ini tidak ada yang berbeda. Seperti biasa setelah menyelesaikan lari pagiku, aku bersiap untuk aktivitas selanjutnya melihat dan merawat bunga-bungaku. Kabar bahagia, bibit yang disemai pada minggu lalu sudah banyak tumbuh daunnya. Bayanganku memikirkan bahwa sebentar lagi akan banyak bunga di jendelaku. Aku sangat senang merawat mereka karena akhir-akhir ini aku mulai menyukai jika ada bunga-bunga di jendela.

Rencana yang akan aku lakukan pagi ini adalah meminta bibit bunga mawar dirumah seorang ibu yang kusebut “bunda”. Manusia yang baik hati, rumahnya tak jauh hanya diujung gang sekitar 600 meter dari tempat tinggalku. Sayangnya setelah ku sapa 2 kali rumahnya tidak kudengar balasan dari dalam rumah bunda. Mungkin saja kabar baiknya bunda sedang tidak di rumah. Akhirnya aku memutuskan kutunda dahulu menanam mawar.

Tidak perlu khawatir aku masih memiliki banyak benih yang belum kusemai. Akhirnya aktivitas bertanamku ku pagi ini aku ganti dengan menyemai bibit baru. Bibit bunga daisy. Setelah semua aku masukkan dalam media yang sudah disiapkan sehari sebelumnya. Aku mulai menyiran satu persatu pot hitam tersebut. Sembari sesekali aku memperhatikan lingkungan bungaku. Ya, barangkali jika ada hama atau hewan yang mengganggu lainnya. Memastikan bahwa tanaman ku pagi ini mendapat cukup air dan cukup unsur hara.

Tiba tiba sebelum aku menyelesaikannya. Terdengar dering telpon berbunyi. Sayup-sayup suara yang sama seperti dering ponselku. Aku masih tetap asik dengan tanamanku. Entah mengapa, sepertinya dering ponsel tersebut seakan sudah lebih dari 2 kali. Akhirnya aku memutuskan menyelesaikan merawat tanamanku dan masuk kedalam kamar untuk mengangkatnya.

Terdengar suara Hallo dan sapaan pagi dari seorang wanita. Dia adalah kakaku, ku panggil dia uni karena dia gadeh asli dari Sumatera Barat. Sudah lama tak melihat wajahnya dan mendengarkan suaranya. Dia bertanya apa yang sedang kulakukan. Sepertinya sibuk sekali pagi ini. Aku menceritakan aktivitasku pagi ini. Setelah itu dia malah mengirimkan ku foto. Ternyata hal yang sama saat itu sedang dia lakukan. Senang rasanya bisa bercengkrama mengurai rindu yang telah lama tak bersua. Alih alih bercerita ternya saling berbagi tips untuk merawat tanaman dan pola hidup. Ah, sudah lama sekali yah. Sesekali kami tertawa jika teringat akan memori-memori yang telah ada. Ada banyak sekali cerita nostalgia yang kami ulang pagi ini.

Jendela Kamar, Oktober 2020