Dear allah,

I wanna take a minute not to ask anything from you, but simply to thanks you for i have. I say : “Alhamdulillah”

Sumber foto : Kompasiana.com

Nikmat, dan menikmati kehidupan dunia. Tetapi jangan lupa pada hakikatnya. Tentang apa yang kita cari didunia. Ingatlah bahwa dunia hanya sementara, akhiratlah segalanya. Maka seimbanglah dalam mengejar dunia dan akhirat. Tetap pastikan jika langkahmu selalu pada landasan.

Jangan suka mengeluh, tetapi bersyukurlah. Ketika semua kenyataan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan atau harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Berusahalah untuk tetap menjadi hamba yang selalu bersyukur. Bersyukur adalah suatu perbuatan yang bertujuan untuk berterima kasih atas segala limpahan karunia dan nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita.

Segala nikmat yang ada pada kamu (berasal) dari Allah.” (QS. An-Nahl : 53)

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).”(QS. Adh-Dhuha : 11)

Nikmat Allah tidaklah terbatas pada makhluknya, nikmat Allah bukan hanya sekedar makanan dan minuman belaka yang terasa. Bukan juga kesenangan semata, namun seluruh yang ada pada diri kita wajib kita syukuri. Untuk setiap nafas yang kita hirup saja menjadi sebagian kecil dari nikmat Allah SWT yang tak terhingga yang tak mampu kita membayarnya . Semua itu termasuk dalam nikmat yang tidak kita ketahui nilainya.

Dalam surat Al – Luqman ayat 27 dikatakan

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah atas nikmatnya. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” Terkadang sesuatu itu tampak indah karena belum kita miliki, seperti halnya sebuah kebahagian yang tidak terasa jika kita memikirkannya. Kebahagian tentang apa yang belum kita miliki bisa menjadi petaka apalagi jika kita sampai mengabaikan apa yang kita miliki dan tidak mensyukurinya. Ingatlah untuk selalu belajar mensyukuri apa yang telah lebih dahulu kita miliki. Hidup kita hanyalah sebatas waktu yang dipinjamkan, harta kita adalah amanah yang dipercayakan. Sesaat saja, suatu hari nanti semua yang kita miliki akan dimintai pertanggung jawaban dari Allah.

Bersyukur dari hal sederhana : Bersyukurlah atas napas yang kita masih kita miliki. Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki. Bersyukurlah atas pekerjaan yang kamu miliki.

Dalam Q.S Ibrahim ayat 7 :

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"

Maka manfaatkanlah waktu dan syukurmu dengan “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara : Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Hidupmu sebelum datang matimu”.

Nikmati hidupmu dengan syukur, tidak perlu menuntut diri untuk menjadi seseorang yang sempurna. Apalah daya kesempurnaan hanya milik Allah. Besyukur saja dengan apa yang telah kita miliki. Lakukan dengan memberikan yang terbaik kepada sang pencipta, misalnya dengan wujud ibadah kita.

Semua dimulai dengan mengucapkan kata ”Bismillah” dan rasa syukur dimulai dengan kata “Alhamdulillah”.

Sebuah catatan yang aku tulis waktu lalu dan aku unggah kembali untuk mengingatkan diriku sendiri. Bahasa gaulnya “SELF REMINDER

Yogyakarta 2020