KOS DIJOGJA ITU MENYENANGKAN
Malam
ini aku mau sharing cerita tentang pengalamanku selama menjadi anak kos dikota Yogjakarta. Pengalaman ini adalah ketika
pertama kali aku menjadi anak kos. Banyak sekali penyesuaian karena budaya yang
ada berbeda dari tempat tinggalku. Aku harus mengatur waktuku sendiri dan
beradaptasi degan lingkungan yang baru. Kalau ada yang bertanya. Bagaimana aku
bisa bertahan di kota dengan lingkungan yang berbeda dari sebelumnya. Begini, inilah pengalamanku menjadi anak kos di kota
istimewa. Ada beberapa point yang akan bahas pada catatanku hari ini.
- a. Memilih
kos atau tempat tinggal
Sebagai
pendatang baru menentukan tempat kos haruslah cocok dengan yang kita inginkan dan
sesuai pertimbangan. Misalnya : beberapa orang akan memilih kos didekat kampus dengan
biaya sewa yang lebih tinggi. Tetapi ada yang memilih mencari kos jauh dari
kampus karena harga yang murah atau pertimbangan
fasilitasnya. Kalo aku memilih kos yang tidak begitu dekat dengan kampus tapi
tidak juga begitu jauh dari kampus. Cukup 8 – 10 menit saja dengan angkutan
kota atau sekitar 4-5 menit dengan jasa ojek online. Alasannya “ya, balik lagi
kepertimbangan karena fasilitas lengkap. Maklum ketika datang ke yogyakarta aku
belum memiliki semua kebutuhan kos seperti kasur lemari dll” cukup jelas alasan
yang kupertimbangkan, sementara kosku termasuk yang sentral karena dapat dengan
mudah diakses dengan kendaraan umum. Serta lingkungan komplek yang baik. Sebelumnya
aku juga pernah mempertimbangkan untuk mencari kos dekat dengan kampus tetapi
mengharuskan aku berjalan kaki sedikit lebih jauh, karena kos terdekat kebanyakan
berada tidak begitu ditepi jalan. Ya itu pilihan dan aku memutuskan untuk
mengambil kos jarak jauh yang justru malah membuat aku lebih mobile dan dapat
mengatur waktuku. Misalnya persiapan menuju kampus menjadi lebih tertata dan
terjadwal menyesuaikan dengan jadwal angkutan umum yang kunaiki. Bisa saja untuk
sebagian orang ada yang menghindari mendapat kos dari jauh tetapi balik lagi
pada pertimbangan ekonomis masing-masing. Salah satu hal lain yang menjadi
alasan yang bagiku untuk memilih kos ditempatku sekarang adalah biaya sewa kamar
kos ku dengan harga 650 ribu sudah lengkap dengan prabotan kos dan juga
fasilitas kamar mandi di didalam ruangan.
- b.Transportasi
bagaimana ?
Karena
selama di Yogjakarta aku tidak memiliki kendaraan. Ini mengharuskan aku untuk
menemukan trasnportasi yang cocok. Bagi teman-teman yang datang kejogja dan
mencari mode transportasi kota. Teman-teman bisa memilih antara menggunakan jasa
angkutan kota Trans Jogja atau mode Jasa angutan online. Aku memilih mode transfortasi
Trans Jogja karena kebetulan begitu dekat shuttle bus dengan tempat tinggalku.
Menyenangkan bukan apalagi, jadwal bis yang sudah terjadwal setiap 15 menit. Dan
juga dari tempatku bisa menuju semua jurusan jalur keliling kota. Harganya tentu
saja hanya Rp. 3.500 untuk sekali perjalanan. Akan lebih memudahkan jika memiliki
kartu berlangganan dengan harga yang lebih murah. Untuk jadwal kedatangan dan
keberangkatan bis, sekarang sudah ada aplikasinya. Jadi sebelum pergi biasanya
aku menyempatkan untuk mengecek lokasi dan posisi bis yang aku tunggu.
- c. Uang
Saku biasanya berapa ?
Pengalaman
menjadi anak kos tidak akan jauh dari yang namaya uang saku. Karena disini aku
kuliah dengan biaya dari orang tua. Sudah tentu aku harus dapat mengatur
keuanganku. Tapi itu tidak lantas membuat aku tergantung dengan pemberian orang
tuakku. Dengan ilmu yang aku miliki di Yogjakarta aku bekerja sampingan menjadi
guru privat untuk murid-muridku. Hasil bayaran mengajar privat bisa dikatakan
lumayan untuk menambah uang jajan bahkan aku bisa membeli beberapa barang yang
aku inginkan dengan uang tabuanganku sendiri. Jadi aku tidak pernah berusaha
membebani kedua orang tuaku. Aku bersyukur hidup di Yogyakarta menbuat aku
menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab. Ketika orag tuaku telat mengirimkan
uang kebutuhan, bayaran sewa kamar kos dan uang makanku. Aku tidak pernah
mempermasalahkannya. Karena aku memiliki tabungan sendiri untuk memenuhi kebutuhanku.
Sebenarnya aku ingin sekali lebih mandiri dari keringatku sendiri. Tetapi aku
menghargai apa yang diberikan dan diusahakan oleh orang tuakku untukku.
- d. Makan
dan kebutuhan dalam kehidupan seperti apa ?
Seperti
yang tadi sudah aku jelaskan teman -teman yang menjadi anak kos di Yogyakarta bisa memilih untuk memasak makanan sendiri atau
membeli makanan dalam kebutuhan sehari-hari. Untuk kalian yang mempuyai
kegiatan yang padat juga bisa berlangganan jasa makan Catering. Di Jogja
ada banyak jasa yang menyediakan paket makan untuk mahasiswa dan harga yang
cukup murah sesuai dengan kantong mahasiswa. Pengalamankku dulu saat awal-awal menjadi
anak kos aku sempat memakai jasa pengantaran makan untuk beberapa bulan. Setelahnya
dikarenakan beberapa jadwaku yang padat dan lebih banyak di kampus aku
memutuskan untuk makan dari kantin kampus saja. Aku mau mengingatkan
teman-teman semua meskipun kita mahasiswa sederhana menjaga pola makan juga menjadi
kewajibab untuk dilakukan. Sebab otak kita yang butuh asupan makanan untuk
berpikir. “Hehehe, ini sekaligus mengingatkan diriku sendiri” menjaga diri dimulai
dari sekarang untuk menghindari penyakit dan hal yang tidak diinginkan lainnya.
Seperti keadaan sekarang selama pandemi aku mulai menggalakan hidup dengan pola
makan sehat. Aku sudah terbiasa masak makanan sendiri. Walaupun rasanya masih
belum sempurna sesuai resepnya, paling tidak sudah mencoba. Makanan yang dibuat
sendiri minimal sudah terjamin bahan dan olehannya sehat untuk diri. Yakin saja
lama-lama jika sudah terbiasa belajar akan pandai masak dengan senidrinya. Uhuy.
- e. Usaha
sampingan
Usaha
sampingan tidak begitu disarankan untuk mahasiswa. Tetapi untuk sebagian orang
usaha sampingan ini bisa dijadikan sumber tambahan uang jajan. Aku juga memiliki
beberapa usaha sampingan. Tidak semua berjalan lancar, namanya juga mahasiswa. Usaha
kecil-kecilan dengan modal pas pasan kurang bisa diandalkan. Tapi itu hanya
berdasarkan pegalamanku. Sebagian orang bisa berhasil menjalankannya, ya
mungkin karena skill dan mental usahakku belum terasa sepenuhnya. “Doakan
semoga aku bisa menjadi wirausaha seperti mereka mahasiswa yanng sudah berhasil
dengan usahanya”. Yang aku lakukan biasanya
berjualan bunga ketika musim wisudah. Tapi apalah daya selama pandemi tentu
saja usaha itu tertunda bahkan aku mengalami kerugian yang cukup besar. Akhirnya
aku memindahkan modalku untuk membuka usaha sampingan yang baru.
- f.
Tempat nongkrong
dimana ?
Selain
tempat belajar bagi mahasiswa tempat nongkrong menjadi hal yang biasa. Mahasiswa
biasa memiliki beraneka tempat nongkrong dengan teman-temannya. Sebagai mahasiswa
mahasiswa sederhana aku biasa memilih tempat nongkrong dengan pertimbangan yang
sesuai dengan budget yang ku punya. Percayalah tidak akan cukup semua
yang kita punya jika kita hanya mementingkan keinginan tanpa lupa untuk
mempertimbangkan kebutuhan. Ya, balik lagi biasanya aku nongkrong di
perpustakaan. “hehe, ini paling aman” selain rame biasanya tempat ini bisa
dikatakan terasa nyaman karena banyak aura positif didalamnya “bisa aja nih aku
ya haha”. Tidak dipungkiri terkadang aku juga suka nongkrong di cafe
yang harga sesuai dengan fasilitasnya. Kadang aku lebih suka memesan makanan
dari pada minuman seperti kopi yang disediakan. Sebab kebanyakan minum kopi
membuat aku malah tidak dapat tidur dan terjaga sepanjang malam.
- g. Kegiatan
Sosial dan Amal
Mengikuti
kegiatan sosial juga sepertinya bisa menjadi pertimbangan bagi teman-teman. Kegiatan
sosial itu untuk mengingatkan kita agar tetap bersyukur dengan apa yang telah
kita punya. Bukan itu saja, kegiatan sosial dan amal akan menjadikan diri kita
pribadi yang akan peka dengan lingkungan sekitar juga sebagai ladanng pahala. Karena
kita yang belum bisa memberikan materi mungkin dengan aksi sosial kita bisa
menyumbangkan beberapa tenaga kita. Dan menurutku ini adalah pengalaman yang
tidak ternilai dan masyaAllah.
- h. Kalo
lagi penat Hiburan apa ?
Padatnya kuliah
dan kegiatan, biasanya membuat aku meluangkan waktu untuk menghirup udara segar
diluar dan bersosialisasi. Sederhana, kebiasaanku adalah menyempatkan waktu
mengunjungi tempat tertentu atau berkeliling kota. Tidak perlu jauh-jauh yang
dekat saja sudah luar biasa yang penting bisa sedikit menekan dan menghilangkan
rasa stress ketika sedang penat
dengan kegiatan. Biasanya aku selalu menyempatkan waktukku di akhir minggu
untuk melakukan kegiatan menyenangkan untuk diriku senidri sekaligus menikmati
suasana kota.
Mungkin
itu saja yang bisa aku ceritakan pada part ini tentang pengalaman dan
poin menjadi mahasiswa dan pengalaman menjadi anak kos di kota istimewa Yogjakarta.
Aku akan sambung kembali pada part berikutnya. Pada certa selanjutnya
mungkin aku akan membahas tentang jadwal apa saja yang aku lakukan selama
menjadi anak kos atau cerita seru lebih lengkapnya.
Mengembangkan
ide sambil minum teh, setelah tadi siang ditraktir oleh teman makan soto madura
hehe.
Yogyakarta
2020
0 Komentar