REFLEKSI DAN MAKNA DARI SEBUAH DOA

Mereka dianggap mampu jika mereka bisa dan berhasil melakukan tantangan sengat maksimal, dimana mereka diberikan kesempatan untuk bersaing bersama atau berkompetisi dengan segenap kemampuan. Hasilnya tentu saja setisap persaingan ada yang namanya pemenang berarti terindikasi kemenangan dan kekalahan.

Sebenarnya yang ada diatas tidak ada hubungannya dengan tema yang mau aku bahas hari ini. Status sosial media seorang sahabat kecilku hari ini begitu mengurai air mata. Aku sebagai sang pembaca tahu betul mungkin kata yang ditulis olehnya di media sosial nya adalah bentuk dari kesedihannya.

Aku tahu jika sudah berualang kali kita diberikan kesempatan dan kebahagiaan oleh sang pemilik bahagia. Ada pepatah mengatakan, jangan pernah menyerah untuk terus berjuang, jangan stop untuk mencoba dan jangan berhenti untuk terus berdoa. Jika berjuang itu diartikan sebagai sebuah kata yang bermakna kamu bisa dan kamu mampu. Maka sebuah awalan yang harus kamu lakukan adalah memulai perjuangan itu.

Kita semua berjuang, banyak hal yang kita korbankan dalam berjuang. Hasilnya adalah allah yag menentukan. Jangan pernah kecewa, ini juga sebagai pengingat untuk diriku sendiri. Aku selalu menanamkan dalam diri.

Berjuang – gagal- coba lagi – gagal lagi – mulai kembali.

Siklus yang akan selalu ada entah di mana kita berhasil dan behagia, itulah yang namanya puncak perjuangan. Apa yang mengingatkan kita untuk tetap berjuang meskipun telah gagal, yaitu salah satunya doa. Kekuatan doa itu sangat besar, berdoa itu membuat hari kita tenang. Salah satu yang akan mengingatkan kita, orang yang selalu yakin dengan doanya akan selalu diberikan kekuatan besar ketika ia gagal. Aku kembali mengingatkan diriku sendiri. Sejauh apa doaku pada sang pemilik dunia.

Sahabatku dimanapun kamu, aku mendoakan mu mendapatkan apa yang kamu inginkan, teruslah berjuang dan berdoa. semoga setelah ini kebahagian besar datang kepadamu. Aku doakan yang terbaik untukmu dan keluargamu.

 

Dari sahabat kecilmu

Dikota istimewa yang merindukan kampung halamannya

-AN-