KU BUTUH INSPIRASI

“Aku kesulitan dalam menulis”

“Cerita apa yang harus aku ungkapkan dalam sebuah tulisan”

Bagaimana aku memulainya. Mengungkapkan Kata yang memang membuat aku sulit fokus pada  target penulisan. Sebenarnya yang membuatku kesulitan dalam menulis adalah apa yang sebenarnya ingin aku sampaikan. Sebagai makhluk  yang diberikan kecerdasan dalam mengungkapkan kata harusnya ada banyak kalimat yang bisa ku tulis. Kenyataannya ini berbeda, biasanya aku bisa dengan lugas mengungkapkan kata-kata yang kutulis dalam blog mingguanku. Tetapi untuk hari ini bahkan satu kata pun sulit untuk dituliskan.

Alasan mengapa aku bukan seorang anak sastra adalah alasan sepele tentunya. Jujur saja aku masih mendapatkan sedikit kesulitan dalam memilih kata demi kata mana yang tepat untuk menulis. Aku mencoba tenggelam dalam pikiran. Aku mencari inspirasi tentang hal apa yang harus aku angkat dalam tulisan. Aku berusaha membuka ruang yang tertutup ini agar ide yang ada dalam kepala ini tidak hanya terpenjara dan tidak bisa aku bagikan dalam kalimat yang mewakilinya.

Tangan kanan yang sekarang sedang memegang erat pena, mulai ku tuangkan tulisan huruf demi huruf pada selembar kertas putih dalam buku catatanku. Setelah beberapa saat duduk terdiam, aku mulai membuat lemas jari-jemariku. Kuletakkan kemballi pena yang sedari tadi aku gengam erat. Aku mulai beranjak dari tempat duduk. Aku menghampiri sebuah playlist musik kesukaanku. Aku mulai menekan tombol ON kemudian menekan tombol PLAY pada alat tersebut. Langkah kakiku kembali berbolak balik, dan akhirnya aku mulai melangkah dan kembali pada posisi duduk di kursi menghadap meja kerjaku. Sekarang aku menyadari beberapa lirik lagu mulai menginspirasiku. Aku mugkin sedang mebutuhkan inspirasi. Jari jemari tanganku masih tetap terlihat kaku dan aku kembali menatap dengan lebih lekat, pena yang sejak tadi kuletakkan diatas kertas. Sungguh aku butuh sebuah inspirasi.

Kembali aku melayangkan pikiranku, aku mulai melemparkan pandanganku ke jendela kamar. Aku bergeming sesaat, ini sudah waktunya ayo buka pikiranmu. Ucapan itu kembali menghatui pikiranku. Aku menyatakan bahwa aku benar-benar sedang membutuhkan isprirasi.

Diluar sana ketika dihadapkan dengan sebuah pernyataan mungkin akan banyak sekali jawaban yang datang. Begitupula dengan sebuah inspirasi yang ada tak terbatas. Setelah lama terdiam, aku mulai membayangkan kembali kepada ingatan ketika aku menjadi seorang sukarelawan disalah satu oraganisasi. Kala itu aku memberikan beberapa pertanyaan dan aku meminta anak tersebut untuk menulis jawabannya. Pertanyaan yang cukup sederhana tentang apa yang akan kamu lakukan setelah lulus Sekolah Dasar.

Entah apa yang ada dalam pikiranku, setelah aku engingat kembali jawaban mereka yang aku dengar saat itu. Aku mulai menyadari aku sedang dalam posisi yang sama. Aku mendapatkan kendala dalam mengungkapkan kata. Apakah pesean yang aku sampaikan telah tepat kepada mereka atau bahasa aku yang salah dalam penyampaiannya. Terlihat sari sisi raut wajah anak-anak jika Kosakata yang sampaikan terlalu luas. Aku kembali telilit dalam jenis frase bagaimana yang harus diungkapkan.

Bagaimanapun menulis dan berbahasa itu berbeda. Menulis tetaplah menulis, kata yang disampaikan harus dengan kalimat yang jelas agar pembaca memahaminya. Bahkan kata atau kalimat sederhana bisa sangat mengandung makna.

Aku kembali mengingat masa dimana hal kecil bisa menjadi isnpirasi untukku. Mungkin kejadian kecil yang terjadi sekalipun bisa menjadi tulisan dalam mengisi blog mingguanku ini. Kenangan saat pertama kali aku tinggal dan menetap di Kota Yogyakarta. Aku tinnggal di sebuah perkampungan yang sangat kental dengan budaya nya. Semuanya begitu menginspirasi mulai dari budaya, bahasa, kuliner dan adat istiadatnya. Dulu inget betul ketika aku bertanya arah. Mereka warganya sangat baik dan dengan sigap menjelaskan secara detail posisi tempatnya utara-selatan, begitulah kata mereka dengan keramahannya. Setiap kali bertanya aku hampir binggung. Bagaimana tidak, belum selesai aku menelaah apa maksud utara dan selatan terkadang aku seperti kembali dihadapkan dengan penjelasan bahkan pertanyaan balik yang diungkapkan dalam bahasa jawa.

Sebelum mengakhiri biasanya aku melemparkan senyum dan ucapan “terima kasih pak”. Walaupun pada akhirnya seketika aku mengikuti langkah yang telah dijelaskan aku kembali tersasar dan aku akan kembali bertanya.

Menngulang hal yang sama, bahasa memang samngat membantu, tidak terasa 1 tahun lebih hidup di kota ini, akhirnya sedikit banyak aku mulai belajar tentang bahasa, sekarang ketika kata terima kasih diucapkan dengan lebih indah kata “matur nuwun ngiih pak”. oh Indahnya memahami bahasa.

Tanpa merasa terjajah dikota orang, komunikasi bahasa daerahku tetap aku pakai.  Aku tidak pernah merasa malu menggunakan bahasa daerah. kenapa harus malu dengan bahasa daerahmu sendiri bukan begitu teman. Bahkan di Indonesia di akui bahwa kita memiliki banyak sekali kekayaan bahasa daerah. Hanya saja, semua diwakilkan dengan satu bahasa kebangsaan dan bahasa persatuan yaitu : bahasa indonesia.

Kenangan itu cukup mengispirasi. Terima kasih. Akhirnya aku berhasil menemukan ispirasi dari pengalaman kecilku dikota Yogyakarta.

 

Dari aku yang rindu kampung halamanku

Dari sudut jendela

-AN-