PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA III

Kita lanjutkan bercerita ya, seperti yang telah kuceritakan di blogku bulan lalu. Dia yang yang nampak familiar itu bertemu kembali. Mungkin dalam kkuliah tatap muka hanya paling lama 50 menit tapi dia dan orang-orang diruangan ini bisa bertemu denganku 5-7 jam sehari. Tenang dengarkan terleih dahulu. 

Aku menulis ini bukan berarti aku hanya memperhatikan dia, tidak tapi karena sudah terlanjur kutulis di blogku bulan lalu. Sebenarnya tanpa membahas dia, orang dalam ruangan ini banyak yang dapat dibahas. Mereka semua nampaknya orang yang sedang dalam target. Semuanya fokus, tidak nampak diantara mereka yang waktunya terlihat sia-sia. Wajar saja jika dalam ruangan ini banyak aura positif yang terasa.

Hari ini, sudah hampir 1 bulan aku menjadi rajin mendatangi perpustakaan. Tempat ternyaman untukku. Kadang aku mengerjakan tugas-tugas kuliahku disini. Dan pulang dengan gembira. Kadang aku juga mengerjakan tugas-tugas sampinganku membuat modul dan meteri belajar anak bimbelku. Nah kalo untuk yang ini pulangnya ngga bisa gembira, karena semakin banyak modul semakin banyak pertanyaan yang datang dari siswaku.

Aku hari ini datang dengan temanku, dia orang yang baik sekali. Beberapa hari ini dia yang memberikan tumpangan untuku. Jadi aku tidak perlu susah berjalan kaki keperpustakaan. Padahal berjalan kaki juga berdampak baik untuk ku. Terutama kesehatan, jalan kaki kan baik untuk jantung.

Aku membawa dua tas kesayanganku. Biasanya satu tas isinya keperluan belajar dan satu tas lagi isinya yah makanan  hehe. Temanku menepukku dia mengatakan dia mengenal seseorang dalam ruanganku. Siapa ? dari 9 orang yang ada diruangan siapa yang dia maksud. Ternyata seperti yang ada dipikiran kita sama. Dia orang yang tidak sengaja kutemui sejak awal adalah teman lamanya. Mereka bertemu dan saling menyapa. Sontak aku kaget, ternyata dia ada disekitar orang-orang terdekatku.

Baru-baru ini aku tahu namanya. Ya setelah mendengarnya tak asing lagi bagikku. Terjawab sudah mengapa selama ini aku merasa pernah mengenal nya. Ya karena kita memeng satu kampus dan satu angkatan. Ya mungkin ada beberapa event atau kegiatan yang kita pernah berjumpa. Namanya tidak komunikasi meskipun sering berjumpa tetap saja tidak tahu namanya.

Ya begitulah akhir cerita ini, terima kasih pertanyaan tentang siapa dia akhirnya menemukan jawabannya. Cerita ini memeng tidak begitu menarik, tap cukup menarik dijadikan plot dalam cerita. Aku tidak berharap mengenalnya, sampai disini saja. Lingkungan dan orang-orang baru masih dalam lingkungan yang sama.

 

Ruangan Perpustakaan, 12 Oktober 2020