Sepucuk Surat Kenangan untuk Sahabatku
Setelah lama tidak bertemu, kabar mengejutkan datang dari sahabatku. Dia mengatakan jika dia telah ditinggalkan seseorang tanpa pamit. Benar saja, aku sendiri bingung. Apa didunia millenial ini apalagi di lingkungan yang sudah sangat baik masih ada orang yang tidak memiliki empati. Tapi sisi positifnya adalah mungkin orang tersebut bukan orang yang tepat untuk sahabatku.
Aku sendiri berulang kali meyakinkan dirinya bahwa dia adalah orang baik. Orang yang selalu bersikap baik pada orang lain. Mungkin hal ini juga menjadi bukti bahwa betapa sahabatku ini disayang oleh bayak orang baik. Hingga ini juga menjadi doa dari orang baik disekitarnya. Dan doa itu diwujudkan dengan jalan seperti ini.
Yakin orang baik akan selalu berada dilingkungan dan
dikelilingi oleh orang baik pula. Jika ada yang tidak baik disekitarnya, maka
Allah punya cara sendiri untuk melindunginya.
Kehilangan itu memang seperti luka. Luka itu jika dibiarkan maka ia akan lama sembuhnya, tetapi jika terlalu diwarawat maka ia akan memberikan kenangan mendalam. Hanya dengan perlakuan sewajarnya, sakit memang tetapi jika kita kuat ia akan kalah. Dan saat ini sahabatku sedag teluka.
Namun
aku yakin sekali luka itu tidak akan lama akan segera sembuh dengan sendirinya
tanpa kita sadari. Artinya cukup perawatanya. Hanya saja selayaknya kehidupan,
butuh beberapa waktu untuk menyembuhkannya.
Sebagai gantinya, dia mengajak aku untuk berlibur dan menenangkan pikiran katanya. Tapi pandemi ini memisahkan jarak antara kita yang tertalu jauh. Akhirnya dia memutuskan untuk berlibur sendiri.
Aku belum
mendapat izin dari orang tuaku untuk menemaninya berlibur. Ya sesuai dengan
kebutuhan dan segala kerja yang memang tidak dapat aku tinggalkan. Mungkin aku
aku bersamanya disaat sudah tiada lagi halangan diantara kita untuk bertemu
muka.
Melihat foto-foto liburannya yang ia kirimkan aku begitu senang, aku berharap dia sudah kembali sembuh dari lukanya. Kebahagiaan yang terpancar diraut muka nya semoga selamanya kamu berbahagia.
Semoga setelah ini
kamu mendapatkan orang baik yang menemanimu dan menggantikannya. Aku sangat yakin
sekali, Orang baik harus mendapatkan oarang baik. Sebab segala kebaikan hanya kebaikan
itu sendiri sebagai balasannya. MasyaAllah.
Bahagialah selalu sahabatku
Yakin orang baik akan bertemu yang baik
Memeluk dari jauh
-AN-
0 Komentar