Dicintai Orang yang tidak kamu cintai tetapi dia Mencintaimu
Berjuang Untuk Orang yang Kamu Cintai tapi disaat dia tidak
Mencintaimu.
2018 ketika teman bertanya tentang apa yang hendak kamu lakukan tentang sebuah cinta. Aku selalu menjawab jika suatu saat aku merasakan jatuh cinta, dan impian untuk hidup bersama dengan orang yang aku cintai. ku akan memilih untuk hidup bersama orang yang aku cintai dan mencintaiku.
Jika keaadaan
berkata lain, aku juga lebih memilih hidup berjuang dengan cinta untuk
seseorang yang aku cintai meski hati nya belum mencintaiku. Besar sekali
pengorbanan itu jika aku berada pada posisi yang kedua. Dan menolak bersama
dengan orang yang mencitaiku jika hatiku belum mencintainya. Walaupun dalam
pepatah juga mengatakan jika cinta akan tumbuh bersama seiring waktu. Tetapi,
aku menolak untuk menyakiti orang yang mencintaiku dengan menerimanya tetapi
hati belum terpaut padanya.
2021 Sekarang semua berubah dan tidak sama. Setelah bersihkeras dengan prinsip cinta itu kini semua berubah. Hanya dengan kata-kata yang membuat pikiranku terbuka dan lebih menerima. Ternyata lebih baik memilih dicintai. Hidup bersama orang yang mencintai dan menginginkan kita dari pada bersama seseorang yang kita inginkan dan perjuangkan tetapi tidak mencintai kita.
Prinsip
yang dulu aku anggap sebagai sebuah kesabaran besar jika terjadi dalam hidupku.
Hal itu karena aku yakin jika meluluhkan hati seseorang adalah muda dan
mewujudkan segalanya bagaikan kata pepatah yang sering menyemangatiku kala itu “
Batu karang yang keras akan pecah jika ditetesi hujan terus menerus ” bagai
hati manusia yang keras jika diperjuangkan akan terlihat sisi lembut nya. Begitulah
prinsipku dahulu.
Tapi kita jangan lupa jika kita hidup diiklim yang panas dan dingin. Bayangkan kalau tiba kemarau panjang dan hujan tak kunjung datang. Batu itu semakin keras dengan kehidupannya, begitu juga dengan hati. Bagaimana menaklukkannya ? apalagi jika hati itu sudah ada pemiliknya. lebih menyakitkan. Hati itu kecil, meskipun kecik hati itu bahkan juga butuh kebahagiaan.
Kita hanya punya sekeping hati, jika kepingan itu kita berikan kepada orang yang tidak membutuhkannya, maka kita yang akan tersiksa. Untuk mereka yang telah berjuang dengan hatinya. Mereka luar biasa. Butuh kesabaran besar dan jiwa besar serta perjuangan yang besar untuk dapat mewujudkan dan menjalani kehidupan bersama orang yang sangat kita cintai meski hatinya belum terpaut pada cintamu.
Setelah
dipikir kembali apakah aku sangup ?. apakah sangup untuk aku berkomitmen dan
siap untuk sakit hati, kecewa bahkan terluka dengan pilihan sendiri “ Karena
sebuah pilihan yang besar, ada harga yang harus dibayar “.
Kesabaran itulah yang harus dihadapi kedepannya. Yang jelas
harapan yang sudah jelas kepada manusia sangat dekat sekali dengan yang namanya
kekecewaan. Jangan memohon pada manusia. Sejatinya “ hati itu milik Allah. Dan hati
dibolak balikan atas izin Allah bukan karena manusia. Mintalah kepada Allah, dan
yakinlah jika Allah belum memberinya. Mungkin Allah memberikan yang lebih baik
dari yang kamu minta.
Sepertinya hati ini sudah luluh. Sudah lelah berjuang. Akhirnya
aku memberi kesempatan untuk orang datang. Aku lebih memilih bersama dengan
orang yang mencintaiku dan aku berusaha untuk mencintainya. Melepaskan perjuangaku
untuk orang yang sedang memperjuangkanku. Karena sejatinya mengalah pada orang
yang tepat lebih bijak dibandingkan menang dan mengalakan lawan. Bukan cinta
yang kuperjuangkan, hanya soal manusia yang ingin kujadikan kemenangan.
Untuk orang yang datang, maaf jika aku belum mencitai
tetapi aku berjuang untuk menaklukan hatiku sendiri demi orang yang
mencintaiku. Yah mungkin seiring berjalan waktu, hati ku sedikit demi sedikit
terbuka untuk kamu.
Nasehat Hati
Di hari Minggu
Yogyakarta, dimana cintaku ?
Mei 2021
-AN-
0 Komentar