Idulfitri Meriah dan di tengah Keluarga Baru Gunung Kidul

Gimana lebaranya teman-teman sekalian. Apakah larangan mudik di tahun 2021 mengahalangi kalian bertemu dengan keluarga di kampung halaman. Begitu juga dengan ku. Tahun lalu saat pandemi dinegeri tercinta ini dimulai. Aku memutuskan untuk tidak pulang dan sepertinya itu adalah lebaran pertamaku tanpa orang tua. Setelah diingat ternyata jawabannya iya. Tahun 2020 aku bertekad bahwa lebaran itu hari kemenangan. Dan meraihnya dengan penuh suka cita.

Tahun ini saya menghabiskan idul fitri bermain dan bersilahturrahmi kepda saudara yang ada di Gunung Kidul Yogyakarta. Sebagia besar alasan nya adalah menenangkan diri dari hiruk pikuk nya Kota Yogyakarta. Dan berniat sedikit bersantai menikmati gemuruh ombak pasang surut dan lembutnya pasir putih.

Tidak bersama keluarga bukan berarti aku tidak bisa menikmati idulfitri yang suci ini setelah berpuasa satu bulan lalu. Sungguh menyenangkan. Biasanya jika sekarang berada dirumah repot-repot pagi menyiapkan segala suguhan baik kue, biskuit, minuman dan lain-lain. Sekalian tidak pernah ketinggalan makanan khas hari lebaran seperti ketupat, rendang dll.

Disini pagi-pagi saya juga sudah sibuk, sibuk sekali setelah menyelesaikan sholat idulfitri di salah satu masjid desa Gunung Kidul, saya membantu keluarga disini menyiapkan makanan untuk dimasak bersama. Duh pagi yang begitu indah kekeluargaan dan keramah tamahan penduduk desa memang begitu berkesan untuk kami para anak rantau yang jauh dari keluarga. 

Setelah beberapa lama, satu persatu keluarga menelpon dan bahkan kami sempat melakukan Video Call untuk sekedar bertatap muka. Bercerita tentang suasana lebaran ditempat masing- masing, makanan dan santap pagi siang yang begitu hikmat serta yang paling utama menjalin silahturrahmi dan bermaaf maafan setelah satu tahu ini. Mungkin jika ada kesalahan baik sengaja dan tidak disengaja yang menyakitkan sedikit dan membekas khilaf dari diri.

Aku tidak menyangka, hampirsampai seharian ini saya menerima telepon dari sanak saudara, sahabat karib dan keluarga besar. Perasaan itu masih sama. Walaupun terpisah jarak provinsi bahkan pulau kami masih bisa bertatap muka walaupun secara virtual. 

Di Gunung Kidul juga sangat menyenangkan, diajak berkeliling kerumah kerabat dan segala keistimewahannya. Tahun ini hari idul fitri masih menyenangkan. Dan tahun ini tahun keduaku dan berharap tahun terakhirku berlebaran di Yogyakarta. 

Jika memang Allah menargetkan aku bisa menikmati suasana Idulfitri kembali dikota ini maka aku ingin dengan keadaan dan suasana yang berbeda. Misal nya, sedang bekerja dan menetap. Bisa jadi membawa seseorang yang hatinya terpaut dengan keindahan jogja dan alasan – alasan lainnya.

Lebaran Istimewa, Di Kota Istimewa

Idulfitri termewah di jogja.. MasyaAllah

Beberapa bulan sebelum meninggalkan Jogja

Didepan meja dkerja dan secangkir air es

-AN-