Penomena Alam Gerhana Bulan Total, Wilayah Lintas Garis Khatulistiwa

Pada 26 Mei 2021 telah terjadi peristiwa gerhana bulan total yang berlangsung selama 14 menit pada pukul 18.11 WIB. Beruntung Indonesia menjadi wilayah yang dapat melihat penomena ini di alam terbuka.

Pendapat umum tentang peritiwa gerhana bulan sebetulnya jika dilihat dari ilmu sains, karena bentuk orbit bulan terhadap bumi adalah elips dan bukan lingkaran sempurna. Penampakan bulan pada gerhana bulan total menampakkan bulan terlihat sedikit lebih besar dari pada biasanya dan warna bulan akan tampak lebih terang. 

Gerhana ini terjadi saat bulan berada pada posisi terdekat dengan bumi. Dan warna yang tampak bulan menjadi oranye kemerahan. Penomena alam gerhana bulan ini disebut Gerhana Bulan Total atau dengan bahasa sains disebut juga dengan Super Blood Moon.

Fenomena Super Blood Moon ini adalah ketika posisi matahari, bulan dan bumi berada pada pada garis posisi sejajar saat bergerak mengelilingi orbit. 

Garis orbit terjadi ketika bumi berada diantara matahari dan bulan. Pada garis tersebut sinar matahari yang tertutup oleh bumi tidak bisa mencapai bulan. Tampaklah bulan seperti berada dalam bayang-bayangan bumi. Itulah mengapa kejadian ini disebut Gerhana Bulan Total.

Jika kita berada di alam yang terbuka kita dapat menyaksikan secara langsung penomena terjadinya gerhana bulan, apalagi waktu terjadi sudah memasuki waktu malam. Langit yang hidup akan menampakkan bulan dan kita dapat metap langit walaupun tanpa bantuan alat.

Sebenarnya, kenapa penomena ini terjadi bergitu menjadi unik, karena gerhana bulan total yang terjadi pada hari ini adalah yang pertama terjadi setelah dua tahun sebelumnya. Tentu saja ini menjadi penomena langkah apalagi untuk para peneliti.

-AN-