Dijauhkan Dari Seorang Malaikat Cantik,
Sekarang Didekatkan Dengan Dua Orang Bidadari Manis
Aku tidak pernah menyangka jika aku akan dijauhkan dari
seorang malaikat kecil yang manis itu. Dijogja begitu banyak kenangan manis
bersama dirinya. Kita begitu dekat, bahkan aku tak segan membenarkan dia didepan
teman-temanku. Karena sikap manis nya dan paras cantik nya tidak heran jika
teman-temanku juga sangat menyukainya. Bahkan seseorang yang tadinya aku
anggap, hanya akan memandang sebelah mata betapa bahagianya aku bisa
dipertemukan dengan seorang malaikat cantik ini. Dia juga sangat menyukainya.
Keinginan untuk tetap bersama nya, menghabiskan sisa cerita
perjalanan dan kenangan ku di Kota Yogyakarta ini berubah seketika. Namanya
kehidupan sementara, aku juga harus melanjutkan hidupku agar aku bisa membuat
cerita sendiri. Ingatan manis tentang dia, seorang malaikat cantik.
Dialah yang selalu menemani ketika aku membutuhkan hiburan,
cerita kecilnya yang mengingatkan aku pada rumahku yang jauh. Mendengarkan ceritanya,tebak-tebakan
anak kecil ini begitu menyenangkan. Menghabiskan waktu libur dan sedikit bersantai
di teras atas begitu menyenangkan.
Sebelum pergi dan menempati cerita baru, sempat terbesit
dipikiran. “jika aku pergi dari tempat
ini akankah aku menemukai seperti dia malaikat cantikku”. Sedih rasanya
berpisah, semua memori dan kenangan itu masih indah. Aku dan kota jogja kini
diselipkan cerita tentang seorang malaikat cantik yang meninggalkan sedikit
kenangan manis. Aku akan sangat merindukanmu malaikat catikku.
Jujur setelah meninggalkan tempat itu, aku berjanji akan menutup diri untuk mengenal anak kecil. Karena akan sangat menyedikan jika tidak dapat menghabikan waktu bermain sebentar di akhir pekan. Meski kita masih tetap bisa ngobrol melalui Sosial Media dan App Chat. Tetap saja akan terasa berbeda jika tidak bisa melihat langsung tawanya.
Apakah ditempat baru aku bisa
menemukan anak yang sama. Yang menggantikanmu mengisi waktu dan mebuatku
tertawa dan apakah aku akan menemui kembali malaikat cantikku. Karena cerita
yang yang kita lalui, aku berjanji cerita indah bersamamu akan aku tulis manis
di blog ini. Karena ketika aku mengingat jogja dikemudian hari bersama anak dan
cucuku. Aku akan selalu mengingatmu.
Allah selalu mengingatkan “sedih dan bahagia sekedarnya, maka Allah akan berikan kesenangan yang tak pernah kita minta”. Sedih karena dijauhkan, ternya Allah masih terlalu sayang denganku di jogja. Disini aku bahkan sepertinya diminta untuk tetap bahagia dan hidupku serta lingkunganku harus berwarna. Harapan ku jika aku akan dipertemukan kembali dengan malaikat cantik.
Allah gantikan malaikat cantik itu dengan dua orang bidadari manis. Kedua anak ini sangat manis, dari tingkat dan cerita, paras nya yang begitu masyaAllah. Mereka sungguh sangat menyenangkan, diajak olahraga dan bercerita juga lebih dewasa. Mereka yang mengisi warna ditempatku yang baru.
Setelah aku lelah dengan segala rutinitasku. Aku bisa diajak tertawa dan dihibur oleh kedua bidadari manis itu, mereka benar seperti anak yang ada didalam doaku. Dan dari mereka aku diberika kesempatan untuk mengenal ibu yang sangat luuar biasa. Dialah ibu cerdas yang melahirkan bidadari-bidadari manis tersebut. Sungguh luar biasa.
Allah memang mendengar
semua doa hambahnya. Karena kehadiran merekalah. Yang membuat aku senang dan
berwarna ditempat tinggal yang baru dan merasakan nyaman bagai dikampung
halaman sendiri. Suasana yang menyenangkan ini semoga akan menjadi cerita manis
kedepannya. Terima kasih Allah karena jarak aku dijauhkan dari seorang malaikat
cantik, tapi kemudian kamu sampaikan dan dekatkan aku menjadi lebih berwarna
dengan kehadiran dua orang bidadari manis.
Jogja, kamu memang sangat istimewa dengan segala
kenangannya. Hari ini ketika aku membaca kembali cerita ini, kenangan dengan
malaikat cantiku dan bidadari – bidadari manis itu langsung terulang kembali. Sungguh
sangat manis.
Terima kasih Allah
Doa terbaik untuk malaikat cantik disana, dan aku
merindukanmu.
Yogyakarta, mei 2021
-AN-
0 Komentar