Melewatkan JogjaArt 2021

Tahun ini aku tak bisa menikmati datang ke pameran seni Jogja Art seperti tahun lalu. 

Bulan Agustus memang identik dengan pergelaran seni di kita Jogja. Tapi sayangnya harus kembali ke pada tahun sebelumnya yang tertunda. Jika tahun lalu aku ada disana dan pulangnya mampir makan pecel yang enak di jalan sangaji. Tahun ini aku makan pecel buatan aku sendiri.

Aku sungguh ingin datang kelokasi tapi bulan ini aku tak merencanakan. Sudah aku rencanakan datang bersama sahabatku, tetapi karena suatu kendala dia membatalkan penerbangan nya. Akhirnya aku mengubah rencana aku ingin pergi ketempat lain. 

Sebagai informasi aku memang bukan anak seni, tapi aku suka karya. Ada beberapa kesempatan aku kurang mengerti. Nah saat itulah aku mulai bertanya dan merenung jauh dan "dimana jiwa seniku?" ketika melihat hal yang menurutku biasa dan bagi mereka luar biasa. Ya, namanya karya memang selalu ada sis pandang yang berbeda. Tapi selalu ada sisi positif nya. Yang aku hargai dari karya mereka ada kegigihan menciptakan suatu karya. Kadang aku bahkan menjadi lebih terkesimah melihat cerita di balik sebuah karya dengan semangat mereka.

Aku selalu mendoakan mereka para seniman. Seniman Kota Jogja tercinta. Tanpa mereka jogja bukan kota seni dan budaya. Mereka berusaha dengan tenaga dan pikiran mereka agar kita bisa tersenyum dan tertawa menikmati hasil karya mereka. Keringat mereka demi menciptakan karya itu yang kita hargai. Jadi sebenarnya aku ingin sekali datang tapi tahun ini tidak ada yang mau aku ajak kesana. Mungkin karena masih pandemi.

Tidak bisa datang bukan berarti aku tak mengapresiasi karya para seniman yah. Setiap mereka mengadakan agenda virtual aku selalu menyempatkan. Dan aku tahu karya mereka memang memiliki makna dan cerita. Dan Art Jogja semakin luar biasa dari tahun ke tahun.

Terima kasih Agustus. Terima kasih Jogja

YK, Agustus 2021

-AN-