Kisah Selatan Sumatera
Sore ini aku mulai kembali membuka mata, melihat keadaan sekelilingku. Di sinilah aku, aku bersama dengan kehidupanku.
Sendiri di
kota orang, tanpa teman, saudara, atau bahkan orang tua. Mencoba kembali
menuliskan sejarah singkat kenapa aku bisa berada jauh dari keluarga.
Awalnya setelah tamat SMA aku hendak melanjutkan kuliahku di Makassar. Di sana menemui kekasih tercintaku yang telah lama bekerja, namun sikap keras ayah yang tak bisa aku terima.
Sejak aku SMA dan mulai berpacaran dengan Yosef atau sering kupanggil dengan bang Yosef ayahku mulai uring-uringan jika ku ajak berbicara empat mata tentang kuliahku.
Pertentangan yang diberikan ayah hanya alasan yang mendasar sebab ayah tidak suka melihat aku berpacaran dengan seseorang yang telah bekerja.
Usianya 5 tahun lebih tua dariku, begitu?.. ah bukan, sebab yang satu ini memang tidak dapat di tolerir lagi, karena perbedaan keyakinan antara aku dan bang Yosef.
Awalnya hal ini yang mulanya dianggap kecil merembet dengan ayah membawa-bawa semua urusan dengan keluarga bang Yosef.
Sebenarnya yang dimaksud ayah itu benar maklum aku adalah anak pertama dari dua bersaudara, Ayu, nama ini diberikan orang tuaku untukku dan adikku Anisa, anak kelas lima SD yang belum mengerti permasalahan sepertiku.
Ayah hanya ingin melihat aku memberikan contoh yang
baik pada adikku , yang walaupun ku pikir suatu saat Anisa akan mengerti
kesulitan kakaknya hari itu.
Kembali ke kehidupan yang harus aku jalani sendiri merantau di kota Palembang, jauh dari kota kelahiranku Kota Kembang Bandung.
Sesaat aku pernah merasa kedua orang tuaku sengaja membuangku ke Pulau Sumatera
dan menguliahkanku di kota yang terkenal dengan sikap kasarnya. Hah, mungkin
ini harus kujalani. Terakhir kali aku pulang untuk liburan semester awal ke
kota kebang, kota yang kucintai.
Malam ini aku sadar aku berada di sebuah rumah petak yang tidak terlalu besar dengan perabotan bagaikan rumah yang telah menjadi kehidupanku.
Diterangi cahaya lampu yang tidak begitu terang, berdampingan dengan orang –orang yang sesama anak rantau , ada dari luar kota dan juga beberapa daerah sekitaran pulau Sumatera.
Namun tak seorangpun yang kutemui ini berasal dari kota kelahiranku di seberang selat sunda.
*Bersambung

0 Komentar