Semoga Bisa Kembali Ke Kota Bandung
Hari ini di Stasiun Bandung aku tidak pernah berhenti berucap terima kasih pada Allah. Tiap datang ke Kota Bandung aku selalu mendapatkan cerita seru.
Jujur ini bukan pertama kali aku kesini, tapi selalu ada orang baru yang kutemui dengan baik dan ramah.
Aku mungkin terkesan manis dimata ibu-ibu di Kota Bandung ini "Ah. kenapa terlalu banyak orang baik di sekelilingku", gumamku dalam hati.
Hari ini setelah aku puas berkeliling menikmati asiknya "ngopi cantik" di Kota Kembang akhirnya aku pulang kembali. Tidak lupa kubawakan oleh-oleh titipan dari Jakarta. Dalam batinku aku bergumam "Biarkan aku kembali ke Bandung lagi".
Aku benar menyadari bahwa keindahan kota ini mempunya makna tersendiri untukku. Kota ini mampu membuat aku begitu terkesimah.
10 menit yang lalu di sampingku ada seorang ibu manis memberikan aku sepotong roti karena dia melihat aku yang sedang duduk sendiri. Padahal tadi aku sedang menunggu saudaraku yang sedang ketoilet.
Dia bercerita jika dia sedang menunggu kereta ke Yogyakarta. Dalam hatiku ingin sekali aku mengatakan "aku paling suka Jogja, Bu".
Sejenak kudengarkan ceritanya dengan seksama ambil makan roti yang tadi ibu berikan. Sambil tersenyum aku mengatakan "aku juga ingin datang ke Jogja, Bu". Belum sempat aku mengungkapkan jika aku juga pernah kuliah di sana si ibu malah sibuk kembali dengan tasnya.
Dia kemudian memberikan handpone nya padaku seraya berkata "Neng, bagi ibu nomernya ya, nanti kalau neng mau ke Jogja kabarin ibu, ya". Begitu tuturnya.
Terkejut aku mendengar perkataan sang ibu, tapi ku jawab "iya". Nanti kuliah di sana saja kalau sudah tamat sekolah ya.
"Tapi saya di sini mau cari kerja, Bu" Jawabku. Kemudian sang ibu juga memberikan jawaban mengejutkan padaku. "Ya sekalian cari kerja di sana juga deh neng".
Si ibu kemudian bercerita panjang lebar tentang keindahan Jogja, dan akhirnya aku mengurungkan niat bercerita tetapi fokus untuk mendengarkan si Ibu.
Tidak terasa sudah setengah jam kamu bercerita cerita, akhirnya panggilan kereta si ibu pun datang. Ia bergegas menyusun tasnya. Aku membantu ibu yang kerepotan dengan barang-barangnya.
Tapi dia kemudian mengeluarkan sebuah kantong hitam dan menyerahkan padaku sambil berkata "Nih, buat neng aja nanti ibu tinggal beli dalam kereta. Baik-baik ya neng, nanti kita ketemu lagi di Jogja atau Bandung kalo ibu berkunjung lagi".
Aku terkejut betapa baiknya ibu ini, dia kemudian berjalan ke pintu masuk kereta sambil melambaikan tangannya.
Dari kejauhan ku lihat saudaraku sedang memperhatikan kami. Ketika ku tanya kenapa tidak segera menghampiri dia malah berkata.
"Semoga lulus ya nanti, biar jadi warga lokal Bandung. Tadi asik banget kayak ibu dan anak aja lo". Kami saling berpandangan dan tertawa sambi kuceritakan jika ibu tadi mengira aku anak SMA.
Kebetulan sekali aku dan saudaraku dapat kesempatan berkunjung ke salah satu kampus disini untuk melihat lihat pameran. Tentunya yang datang ke pameran itu kebanyakan anak SMA.
Makanya saat dikira anak SMA kita berdua tertawa, apa karena kemarin siang bertemu anak sekolah makanya kita jadi terlihat tampak muda. Alhamdulillah.
Terima Kasih Bandung karena hari ini begitu berkesan untukku. Terima kasih ibu, jangan lupa whatsapp aku bu, saya tunggu biar kita bisa bertemu di Jogja.
Jujur sejak hari itu ada doa jika aku bisa kembali ke Bandung lagi. Tetapi apapun yang terjadi aku tetap mencintai keindahan Jogja.
Liburan singkat ini sangat menyenangkan, bisa berkeliling kota, melihat kampus Bandung yang keren seperti ditempatku kuliah, berburu oleh-oleh dan banyak hal lainnya.
Penuh Cinta, Kereta menuju Jakarta
-AN-

0 Komentar